Taman Nasional Ujung Kulon, Pusat Konservasi Badak Jawa

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan situs warisan Dunia UNESCO yang terletak di Tatar Pasundan, Jawa Barat. Taman nasional ini menjadi Taman Nasional di Indonesia yang diresmikan pertama kali. Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian yang pada akhirnya daerah tersebut hancur lebur ketika Gunung Krakatau meletus dan mengubah Ujung Kulon kembali menjadi hutan. Meskipun letusan gunung Krajatau telah membuat kawasan ini tersapu bersih, akan tetapi beberapa tahun kemudian ekosistem-vegetasi dan satwa liar di Ujung Kulon  dapat tumbuh dengan cepat dan baik.

Taman Nasional Ujung Kulon

Flora dan fauna di Ujung Kulon

Jika ditinjau dari tipe hutan, flora di Ujung Kulon ini terdiri dari hutan hujan tropika, hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hutan pantai, padang rumput dan juga hutan  hujan tropika pengunungan. Selain itu di Taman Nasional ini juga terdapat  tumbuhan langka, antara lain Knema globularia, Batryohora geniculata  serta ada juga tumbuhan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti kayu jambe, rotan, kayu gaharu, anggrek, tangkil dan masih banyak lagi.

Sedangkan untuk faunanya sendiri terdapat 35  jenis mamalia, 5 jenis primata, 240 jenis burung, 33 jenis terumbu karang, 72 jenis insecta, 22 jenis amphibia dan 59 jenis reptilia. Taman Nasional Ujung Kulon sendiri juga memiliki beragam jenis satwa liar baik endemik ataupun yang dilindungi. Beberapa jenis satwa endemik dan merupakan jenis satwa langka yang perlu dilindungi adalah Badak Jawa. Owa Jawa, anjing hutan dan juga surili.

Salah satu tempat wisata di Banten, tepatnya di Kecamatan Sumur, Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang, Banten ini juga merupakan daerah konservasi badak bercula satu. Namun tak hanya itu saja, di sini Anda juga dapat menikmati beberapa tempat favorit yang biasa dikunjungi para wisatawan ketika berkunjung ke sini. Penasaran kan? Berikut ulasannya.

Padang Rumput Cidaon

Tempat favorit yang biasa dikunjungi para wisatawan yang pertama adalah Padang Rumput Cidaon. Di sini Anda akan melihat banyak banteng. Namun demi kenyamanan dan keselamatan Anda bisa menyaksikannya dari menara dengan teropong. Biasanya para pemandu wisata akan mengajak Anda ke wisata ini pada sore hari, karena para pengunjung juga dapat menikmati sunset.

Pulau Peucang

Jika dibandingkan dengan tempat lainnya, Pulau Peucang sudah memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai. Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Pulau Peucang, Ujung Kulon ini salah satunya yaitu snorkeling dan diving. Jika beruntung Anda juga dapat bertemu dengan rusa dan monyet ekor panjang.

Pulau Panaitan

Disebelah barat Pulau Peucang terdapat Pulau Panaitan. Di sini merupakan surga tersendiri bagi para penyelam. Spot menarik untuk menyelam di sini adalah one palm point. Selain itu, di sini juga terdapat area untuk menyelam ataupun diving.

Kepulauan Handeuleum

Obyek wisata di Taman Nasional Ujung Kulon berikutnya adalah Kepulauan Handeuleum. Kepulauan ini terdiri dari dua bagian yaitu pulau besar dan kecil. Disana terdapat sebuah sungai yang bernama sungai Cigenter. Kegiatan paling menarik adalah menyusuri sungai tersebut dengan menggunakan perahu dayung atau kano. Selama perjalanan menyusuri tempat wisata ini Anda dapat menyaksikan aneka satwa, seperti beragam jenis ikan, ular dan juga burung. Tak hanya itu saja,  obyek wisata yang satu ini juga menyuguhkan keindahan air terjun bertingkat.

Mata Air Panas Cibiuk

Lokasi dari Mata Air Panas Cibiuk ini berjarak sekitar 2 km dari Taman Jaya yang ada di Ujung Kulon. Mata air panas yang ada di sana dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit. Maka jangan heran jika Anda akan menjumpai banyak orang yang berkunjung ke sana.

Tanjung Layar

Salah satu pantai di Banten ini juga obyek wisata di Ujung Kulon yang sering dikunjungi para wisatawan. Aktivitas menarik yang sering dilakukan di sini adalah menikmati pemandangan yang sangat indah. Di sepanjang perjalanan Anda akan mendengar suara kicauan burung dan di akhir perjalanan Anda bisa  menjumpai sebuah mercusuar.

Curug Cikasang

Berikutnya adalah Curug Cikasang. Kawasan yang satu ini seringkali digunakan untuk kegiatan penelitian. Daerah yang satu ini memiliki hutan primer dan hutan sekunder serta habitat aneka macam flora dan fauna. Salah satunya yaitu tanaman obat yang sering digunakan untuk pengobatan tradisional.

Akses menuju ke Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon ini dapat ditempuh melalui jalur darat dan jalur laut. Bagi Anda yang berasal dari Jakarta, Anda bisa menggunakan angkutan bus jurusan Kalideres – Labuan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bus jurusan Kampung Rambutan – Serang – Labuan Setelah itu, Anda bisa naik angkutan umum lainnya dengan rute Labuan- Sumur – Taman Jaya.

Akan tetapi jika menggunakan jalur laut, Taman Nasional ini dapat ditempuh dengan menggunakan kapal sewaan yang ada di Labuan dan Taman Jaya.

Oke Google banteng Ujung Kulon, gambar serta penjelasan konservasi ujung kulon, OK Google Taman Nasional Ujung Kulon merupakan, OK Google Ujung Kulon